Hacker Ransomware Sasar Institusi Pendidikan

ransomware

Lembaga pendidikan sepertinya harus waspada dengan keberadaan para hacker yang menyebar ransomware. Menurut data yang dikeluarkan oleh SentinelOne, sebanyak 63 persen universitas di Inggris Raya mengaku menjadi korban ransomware. Dan dari jumlah para korban ransomware tersebut, 58 persen mengaku kalau infeksi ransomware itu terjadi pada tahun lalu.
ransomware
Data ini diungkapkan oleh SentinelOne setelah mereka mengirimkan permintaan Freedom of Information (FOI) kepada 71 universitas yang tersebar di Inggris raya. Hasilnya, sebanyak 13 universitas menolak untuk memberikan jawaban. Mereka takut kalau nantinya akan bisa berdampak buruk pada reputasi yang dimiliki. Sementara 58 universitas lainnya memberikan informasi yang diminta. Angka 63 persen dari total sebanyak 58 universitas tentunya cukup mengejutkan. Terlebih sebanyak 65 persen universitas yang menjadi korban ransomware mengatakan kalau serangan ransomare itu terjadi tidak sekali. Universitas Bournemouth bahkan mengklaim kalau sistem IT mereka terinfeksi ransomware sebanyak 21 kali hanya dalam kurun satu tahun. Seperti halnya hacker ransomware lain, universitas-universitas yang terjangkiti ransomware ini juga diminta tebusan. Jumlahnya beragam. Mulai dari 100 USD hingga uang tebusan mencapai 3.288 USD. Namun tak satupun univesitas di Inggris Raya memenuhi permintaan hacker. Mereka memilih untuk menyelesaikan permasalahan secara internal. Meski sayangnya, pihak universitas tidak memberikan info lebih detail bagaimana penyelesaian internal yang mereka lakukan. Fenomena yang terjadi di Inggris ini pun mengingatkan publik tentang kejadian serupa yang ada di Kanada.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *